Terjemah dan Tafsir Uga Jasinga

Dina hiji mangsa bakal ngadeg Gedong Hejo anu bahanna aya di Leuwi Curug, Leuwi Sangiang jeung nu sawarehna aya di Girang. Ciri ngadegna Gedong Hejo lamun tilu iwung geus nangtung nu engke katelahna awi tangtu. Didinya bakal ngadeg Gedong Hejo di tonggoheun Leuwi Sangiang”

Pada satu masa akan berdiri bangunan hijau yang bahannya ada di Leuwi Curug,
Leuwi Sangiang dan yang sebagiannya ada di Girang. Tanda berdirinya bangunan hijau jika tiga rebung sudah berdiri yang nanti dikenal bambu tangtu. Disitu akan berdiri bangunan hijau diatas dataran Leuwi Sangiang

Catatan:

Leuwi: (yaitu bagian sungai yang dalam atau ujung sungai)

Leuwi Sangiang: (Nama tempat sungai yang ada di Jasinga)

Leuwi Curug: (Nama tempat sungai yang ada di Jasinga)

Girang: Nama wilayah yang sudah ada di Jasinga, sungai bagian hulu)

Gedong: (Bangunan mewah bertingkat)

Hijau: (Simbol kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan)

Rebung : Rebung atau Iwung dalam bahasa sunda adalah tunas bambu awalnya sebuah kehidupan yang harus di rawat dan dijaga untuk menjadi bambu)

Bambu : Bambu atau Awi dalam bahasa sunda adalah penamaan tumbuhan dewasa yang bermula dari rebung (iwung) sehingga bambu menjadi bermanfaat dan berguna). Pada mitologi dan falsafah masyarakat sunda bambu/awi adalah asal muasal kehidupan, karena masyarakat sunda tidak dapat dilepaskan dari bambu sebagai peradaban ilmu asal mula kehidupan atau soko guru kehidupan orang sunda.

Awi Tangtu: ( Awi= Bambu , Tangtu= Tentu, Pasti), Bambu yang sejati dan pasti menjadi bambu.

Kesimpulan: Akan ada sebuah kehidupan dengan bangunan yang megah serta masyarakat yang subur dan sejahtera di sebuah dataran tinggi di Leuwi Sangiang.

Author: admin

Tinggalkan Balasan