Seorang Bayi Meninggal dan 3 Desa Di Jasinga Di Duga Kena Wabah DBD


Pengurus FKJR , sowan ke UPT kesehatan Jasinga mencoba menyikapi terkait adanya wabah DBD di 3 Desa, yaitu Desa Pangradin, Desa Pamagersari dan Desa Sipak.

Apih Oscar selaku penasehat FKJR, Mengatakan maksud kedatangannya bukan sekedar hanya silaturahmi dengan pihak upt kesehatan jasinga.

Selain dari itu juga diharapkan adanya kerjasama pihak upt kesehatan dengan FKJR mengenai masalah Penanganan wabah DBD yang ada di wilayah kecamatan Jasinga.

Di lain pihak kami ( FKJR) sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengn kepala Desa Sipak Cepi Krisnawangsa, beliau membenarkan adanya korban seorang balita meninggal tapi belum bisa dipastikan persis akibat terjangkitnya DBD atau bukan.

Penyebabnya belum bisa dipastikan karna harus menunggu hasil Lab. Dari pihak Rumah Sakit.

Masih menurut Apih Oscar Berdasarkan informasi korban meninggal adalah anak dari Bpk Edy Jabrig.rt 02/05, Desa Sipak.

Selain itu salah satu indikasi korban juga terjadi di Desa Pangradin yang di indikasikan terjangkit wabah penyakit DBD .adalah anak dari ibu Ida 04/03. Dan Shopiya anak dri ibu Aas rt.03 /03 Desa Pangradin masih bisa diselamatkan.

Apih Oscar juga meminta kepada pihak Dinas kesehatan agar dapat menambah alat fogging agar bisa digunakan secara maksimal, yang menurut informasi pihak UPT Puskesmas Kecamatan Jasinga hanya hanya memiliki 2 buah alat Fogging dan diharapkan dapat tambahan stok obat ABATE untuk pemberantasan jentik nyamuk DBD.

Author: pvsubhansofi

Tinggalkan Balasan