PKH, BPNT Berikan Rastra Untuk Masyarakat Jasinga

Program Keluarga Harapam (PKH) Berdampingan dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Menyalurkan RASTRA (Beras Pra Sejahtera) untuk masyarakat Kecamatan Jasinga, beberapa desa yang sudah bisa menyalurkan bantuan ini adalah Desa Setu dan Desa Pamagersari pola penyaluran untuk program ini berbeda dengan program sebelumnya yaitu Raskin.

Karena untuk penyaluran di tahun 2019 ini harus terintegrasi dengan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) salah satu prasyarat dibentuknya BumDes itu sendiri adalah Pemerintahan Desa harus menyediakan yang namanya E-Warung dan E-Warung itu sendiri adalah merupakan salah satu sarana penyedia atau tempat kegiatan BumDes. Termasuk pengurus yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Desa itu sendiri.

Kemudian pemanfaat dari Program ini mendapatkan Rastra melakukan transaksi dengan menggunakan E-Kartu yang sudah disiapkan sesuai dengan data pemanfaat dan berdasarkan informasi yang kami dapat bahwa data penerima manfaat Rastra tersebut mengadopsi dari data PKH dan atau KKS. Sehingga secara teknis proses penyaluran Rastra ini harus disosialisaikan terlebih dahulu agar proses penyalurannya dapat berjalan lancar.

Pelayana E-Warung dengan menggunakan E-kartu adalah merupakan bagian bentuk kerjasama antara pemerintahan Desa sebagai Penyedia E-Warung dengan pihak Bank BNI sebagai penyedia E-Kartu sehingga proses transaksinya tidak dalam bentuk tunai akan tetapi melalui debit kartu.

Namun ternyata dari rangkaian transaksi yang sudah dilakukan masih ada beberapa kendala atau hambatan diantarnya adalah masih adanya pemegang E-Kartu blom bisa melakukan transaksi debit kartu sehingga pemanfaat belum bisa mengambil Rastra yang sudah menjadi haknya.

Setelah kami konfirmasi pada pihak Bank BNI dan petugas PKS kecamatan yang menjadikan kendala transaksi debit kartu tersebut karena saldo dalam kartunya masih Nol. Atau belum terisi besar kemungkinan persoalan seperti ini karena penerima manfaat adalah sebaga daftar baru setelah adanya perbaikan data PKH.

Menyikapi peesoalan ini pihak pemerintahan Desa yaitu kepala Desa Pamagersari Nurohman menyampaikan agar warganya dapat bersabar karena hal ini terjadi diluar kendali pemerintahan desa dan dalam waktu dekat akan segera divalidasi agar masyarakat penerima manfaat Rasta dapat menikmati Rasta yang sudah menjadi haknya.

Ungkapan dari salah seorang warga sebut saja ibu Eneng terkait dengan transaksi Debit E-Kartu ini polanya lebih transparan karena kami penerima manfaat dapat mengambil langsung ke Desa tanpa ada perantara sehingga jauh kemungkinan terjadinya penyelewengan. Jikalau dulu dikoordinir oleh petugas RT, Kadang kadang dapatnya tidak sama, ada yang 5 liter 10 liter atau bahkan bisa lebih, sekarang dengan pelayanan debit E- Kartu semuanya rata kalau 10 kilo ya 10 kilo semuanya,Begitu ungkap bu eneng.

Kemudian kami coba konfirmasi dengan pihak keamanan yang dalam hal ini tidak mau disebutkan namanya.

Beliau mengungkapkan bahwa penyaluran Rastra denagn E-Kartu ini lebih fleksible dan transparan karena masyarakat penerima manfaat dapat mengambil beras Rastra ini langsung ke kantor Desa sesuai jadwal yang sudah diatur.

Jadi jauh kemungkinan terjadinya oenyelewengan oleh oknum petugas. Kalau dulu pada program Raskin penyalurannya dikoordinir oleh petugas RT dan masyarakat penerima manfaat quantitas atau jumlah yang diterimanya tidak sama, ada yang 5 kilo, ada yang 10 kilo atau bahkan lebih dari itu karena ada tramsaksional secara tunai meskipun dengan harga yang sangat rendah.

Alasannya untuk pengganti uang angkut. jadi sangat tergantung dari kemampuan masyarakat untuk membeli rastra itu.

Kemudian masih menurut beliau bahwa kedepan kita tinggal meng-antisipasi agar kuantitas atau kuwalitas dari Beras Rastra itu tidak berkurang sesuai dengan kontrak dan kesepakatan yang berlaku.

Dan berkaitan dengan pengawasan adalah menjadi tanggung jawab kita semua.

Jasinga. 15 pebruari 2019

Author: pvsubhansofi

Tinggalkan Balasan