Nama Nama Kepala Desa Jasinga Dari Masa Ke Masa

Spread the love :
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Sepenggal cerita yang sempat terdengar dari ucapan Uwa Sunarmah atau Uwa Maung (alm) begitu kami warga Desa Jasinga sering memanggailnya yang pada kesempatan kami bisa bersenda gurau umur beliau sudah mencapai 100 tahun Lebih Sayang tak ada selembar photo pun yang menjadi kenangan kami saat bersamanya.

Kurang lebih 20 tahun yang lalu, pada saat itu usia kami sudah cukup dewasa cukup kuat untuk mengingat apa yang menjadi bagian cerita uwa.

Beruntung kami salah satu dari beberapa orang yang bisa dekat dengannya. Gayanya yang Blak blakan bicara apa adanya dengan gaya dan logat jasinga nya yang khas dan masih teringat jelas kebiasaan merokoknya yang belum bisa lepas.

Sepenggal kisah disore hari menjelang malam, Seperti biasanya kami mendatanginya hanya sekedar untuk mendengar cerita tentang kehidupannya di masa lalu. Rokok Gudang Garam Merah kami suguhkan kopi hitam mulai dituangkan kedalam gelas dua, tiga, sampai lebih dari lima kelakar kami berhamburan, uwa menceritakan satu kisah tentang Jaro atau Kepala Desa adalah Soleman (alm) yang tidak lain adalah Bapaknya Uwa sendiri pernah menjadi Jaro pada masanya cukup dengan obrolan biasa dengan kata lain diberikan begitu saja.

Kami tertegun dan kaget karena merasa tidak percaya, Kok. Bisa wa. Cukup dengan bicara dan diberikan begitu saja.

Kieu yeuh caritana ( begini ceritanya) sahut uwa.

Suatu waktu disore hari menjelang malam selepas sholat isya keluarlah 2 dua orang sahabat yaitu kartawijaya atau muhamad atau emed beliau adalah Jaro jasinga yang pernah menjabat diantara tahun 40 an. Dengan Soleman sahabatnya mereka bersua berbincang disamping rumahnya dekat masjid dalam perbincangan itu:
” Emad : Man..
” Soleman : Naon / apa, Jawab Soleman.
” Emad : Aing geus embung jadi Jaro,, Ganti ku sia nyah. (Saya sudah tidak mau jadi Kepala Desa, ganti saja sama kamu yah) ucap Jaro Emad
” Ngke.. Ngke.. Pan sia Mad. Lalagaan apa kumaha ieu (sebentar kamu bercanda atau bagaimana mad) ucap soleman.
“Bener Man.. Aing geus embung jadi jaro gantian bae ku sia nyah ( saya sudah tidak mau jadi kepala Desa, ganti saja sama kamu yah) ucap emad.
” Aingmah daek bae lamu aya restu ti mbah mah ( saya mau saja asal ada restu dari mbah) ucap soleman, mbah yang dimaksud mungkin mbah Asep Mujtaba yang pada saat itu menjabat sebagai Wedana Jasinga.
” heu-euh engke aing ngomong ka mbah (iya nanti saya ngomong ke embah) ucap emad sebagai jaro.

Singkat cerita perbincangan itu selesai dan disampaikannya percakapan itu kehadapan mbah maka terjadilah pergantian Jaro/ kepala desa dengan cara yang sederhana.

Hingga tercatat dalam cerita/ sejarah bahwa Soleman menjabat kepala desa dari tahun 1942-1948.

Setelah Soleman, Jabatan Jaro/kepala Desa Jasinga dipimpin oleh Suana beliau menjabat selama 6 tahun dari tahun 1948-1954 bagaimana proses pemilihan Jaro pada saat itu menurut informasi yang kami dapat adalah dengan cara penunjukan langsung oleh pemerintah Kecamatan berdasarkan usulan dari para tokoh masyarakat.

Setelah Suana maka Jabatan Jaro/ Kepala Desa Jasinga di berikan kepada Ama Adra’i yang merupakan keponakan dari Mbah Asep Mujtaba.

Belaiu menjabat Jaro/kepala Desa Jasinga selama 6 tahun yaitu dari tahun 1954-1966 dan kegiatan pemerintahan dilakukan dirumahnya tepat didepan taman makam pahlawan suhada jl. Jasinga – koleang.

Selepas Jabatan Jaro/ Kepala Desa dari Ama Adra’i maka diberikan kepada Mbah Asep Mujtaba yang pada saat itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Wedana Jasinga.

Menurut informasi yang kami dapat pada saat itu sudah tidak ada yang mau menjadi Jaro/kepala Desa entah apa sebabnya hal ini tidak bisa dijelaskan secara pasti.

Mbah Asep Mujtaba menjabat selama 4 tahun yaitu dari tahun 1966-1972 dan melaksanakan kejaroannya di rumahnya yang sekarang berada di Rt. 02/03 dekat mesjid Al-Abrar Jasinga persis di depan kali cidurian.

Kemudian pada tahun 1972-1986 Jabatan Jaro/kepala desa diberikan kepada H. Endi Muhadi yang tidak lain adalah merupakan keponakan dari Mbah Asep Mujtaba.

Selepas dari H. Endi Muhadi dari ketrangan yang kami dapatkan dari beberapa tokoh masyarakat bahwa jabatan Jaro/kepala desa diberikan kepada M. Sukarma (Momo) yang pada saat itu sebagai pegawai kecamatan menggantikan M. Endi Muhadi sebelum masa baktinya habis karena meninggal dunia dan M. Sukarma (momo) ditunjuk oleh pemerintahan kecamatan Jasinga untuk menjabat sebagai Kepala desa Jasinga.

Kemudian adalah letnan Ahmad atau kami sering menyebutnya Bapak Ahmad menjabat Jaro/kepala desa jasinga dari tahun 1986-1998 kita belum bisa memastikan bagaimana proses pemilihan kepala desa pada saat itu.

Karena dari sumber yang kami dapatkan dari beberapa tokoh dijasinga tidak ada yang bisa memastikan bagaimana proses pemilihan kepala desa berlangsung.

Dan pada masa inilah perkembangan desa jasinga semakin maju dan terarah hingga pada tahun 1986 akhir atau 1987 awal terjadi pemekaran wilayah Desa Jasinga menjadi dua yaitu desa Jasinga dan Desa Pamagersari.

Setelah lepas jabatan Jaro/Kepala Desa Jasinga dari Let. Ahmad atau Bapak. Ahmad nuansa demikrasi mulai terasa hingga pada tahun 1998 dilaksanakan pemilihan kepala Desa secara Demokrasi yang melibatkan banyak calon yang berminat diantarannya adalah

  1. Wawan Darmawan
  2. Sarbini
  3. Ulung Sukardi
  4. Eli Suheli

Pemilihan langsung secara demokrasi pada saat itu menggunakan simbol berupa buah buahan bukan dengan nomor urut dan dari peserta demokrasi pemilihan kepala Desa Jasinga pada saat itu dimenangkan oleh Wawan Darmawan yang tidak lain beliau adalah putra dari bapak Ahmad. Dan beliu menjabat dari tahun 1998 – 2007.

Kemudian pesta rakyat berulang pada pemilihan kepala Desa Jasinga secara langsung untuk masa bakti 2007 – 2013 dengan 3 orang calon diantaranya adalah:

  1. Wawan Darmawan
  2. Adjid Abdurahman
  3. E. Ruslan Nugraha

Dan pada pemilihan kepala desa Jasinga periode ini dimenangkan atau dijabat oleh Adjid Abdurahman.

Adjid abdurahman kembali melanjutkan jabatan kepala Desa Jasinga setelah melalui proses Pemilihan untuk periode 2013 – 2019 dengan para calon Kepala Desa yaitu:

  1. Cucu Hidayat
  2. Adjid. Abrurrahman
  3. Iwan Fachriawan

Dan kontestasi pemilihan ini dimenangkan oleh Adjid Abrurrahman untuk masa periode 2013 – 2019 yang masa jabatannya akan berakhir pada 15 April 2019.

Inilah nama nama Kepala Desa Jasinga dari masa ke masa.

  1. Soleman tahun 1942 – 1948
  2. Suana tahun 1948-1954
  3. Ama Adra’i tahun 1954-1966
  4. Asep Mujtaba tahun 1966-1972
  5. H. Endi Murhadi tahun 1972-1986
  6. M. Sukarma (Momo) tahun 1984-1986
  7. Let. Ahmad tahun 1986-1998
  8. Wawan Darmawan tahun 1998-2007
  9. Adjid Abdurrahman Tahun 2007-2013/2013-2019

Author: pvsubhansofi

Tinggalkan Balasan