Manfaat Pindah Ibu Kota Negara RI Dan Bekas Ibu Kota Menjadi Kota Mati

Bicara soal wacana pindah, sebenarnya bukanlah gagasan hal baru. Wacana pindah Ibu Kota, sudah beberapakali pemerintahan dan Presiden Republik ini mengucapkan hal itu. Mulai dari Sang Pendiri Republik, Ir Soekarno hingga yang terakhir adalah Presiden Joko Widodo. yang kemungkinan besar di realisasikan Bahkan pada masa kolonial khususnya era di bawah kekuasaan Belanda juga telah berencana melakukan hal serupa.

Tentunya akan ada yang setuju dan tidak setuju, karena semua warga negara indonesia memiliki penilaian dan pandangan yang berbeda-beda bagi sebagian pihak ada yang di untungkan dan di rugikan.

Namun demikian yang dilihat bukan untuk sekarang bagi sebagian pihak yang merasa dirugikan dan yang di untungkan melainkan untuk masa yang akan datang, di masa depan untuk mendapatkan banyak manfaat sekarang dan nanti.

Mari kita analisa bersama manfaat keuntungan dan kerugian dengan memindahkan Ibu Kota Negara berikut ini.

Mengurangi arus urbanisasi akan berdampak besar tentunya akan jumlah penduduk sudah pastu mengurangi kemacetan, Mengurangi sampah dan terjadi banjir. Bayangkan saja jika ibu kota terus bertambah penduduk dan pendatang maka kualitas kotanya akan semakin menurun. Pemerataan ekonomi dan insfraktuktur pada ibu kota yang baru.

Kerugian akan berimbas pada ibu kota lama karena berkurangnya jumlah urbanisasi akan mengurangi pendapatan nilai beli pada sektor perekonomian, ini juga akan menjadi kemungkinan bekas ibu kota menjadi kota mati.

Author: admin

Tinggalkan Balasan