Jasinga Masuk Kab. Bogor Kenapa tidak Kab. Lebak

Jasinga adalah kecamatan yang terletak di bagian Bogor Barat dan merupakan daerah yang berbatasan dengan Provinsi Banten, tepatnya dengan Kabupaten Lebak maka tidak heran jika sebagian orang menyebutnya Jasinga Banten dan dari dialek bahasa sundanya memiliki kemiripan yang mendominasi dibanding dengan dialek sunda Bogor.

Pada tahun 1945 Kabupaten Lebak – Banten merupakan kesatuan dari wilayah Provinsi Jawa Barat dan sampai akhirnya menjadi Provinsi Banten tahun 2000 sesuai undang-undang No 23 tahun 2000 dalam rangka pemekaran wilayah Provinsi Banten dan Kota Serang sebagai pusat pemerintahannya.

Kabupaten Lebak Sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Banten, Kabupaten Lebak dengan luas Wilayah 304.472 Ha, sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kesultanan Banten.

Berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Lebak yang jatuh pada tanggal 2 Desember 1828, terdapat beberapa catatan sejarah yang menjadi dasar pertimbangan, antara lain :
1. Pembagian Wilayah Kesultanan Banten
Pada tanggal 19 Maret 1813, Kesultanan Banten dibagi 4 wilayah yaitu :
•    Wilayah Banten Lor
•    Wilayah Banten Kulon
•    Wilayah Banten Tengah
•    Wilayah Banten Kidul
Ibukota Wilayah Banten Kidul terletak di Cilangkahan dan pemerintahannya dipimpin oleh Bupati yang diangkat oleh Gubernur Jendral Inggris (RAFFLES) yaitu TUMENGGUNG SURADILAGA.
2. Pembagian Wilayah Keresidenan Banten Jenderal Nomor 1, Staatsblad Nomor 81 tahun 1828, Wilayah Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 (tiga) Kabupaten yaitu :
– Kabupaten Serang
– Kabupaten Caringin
– Kabupaten Lebak
Wilayah Kabupaten Lebak, berdasarkan pembagian diatas memiliki batas-batas yang meliputi District dan Onderdistrict yaitu :
a. District Sajira, yang terdiri dari Onderdistrict Ciangsa, Somang dan Onderdistrict Sajira,
b. District Lebak Parahiang, yang terdiri dari Onderdistrict Koncang dan Lebak Parahiang.
c. District Parungkujang, yang terdiri dari Onderdistrict Parungkujang dan Kosek,
d. District Madhoor (Madur) yang terdiri dari Onderdisrict Binuangeun, Sawarna dan Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Onderdistrict Madhoor (Madur).
3. Pemindahan Ibukota Kabupaten Lebak
Pada tahun 1851, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, nomor 15 tanggal 17 Januari 1849,

Ibukota Kabupaten Lebak yang saat itu berada di Warunggunung dipindahkan ke Rangkasbitung. Pelaksanaan pemindahannya secara resmi baru dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 1851.
4. Perubahan Wilayah Kabupaten Lebak
Wilayah Kabupaten Lebak yang pada tahun 1828 memiliki District, dengan terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 29 Oktober 1828, Staatsblad nomor 266 tahun 1828, diubah menjadi :
•    District Rangkasbitung, meliputi Onderdistrict Rangkasbitung, Kolelet Wetan, Warunggunung dan Onderdistrict Cikulur.
•    District Lebak, meliput Onderdistrict Lebak, Muncang, Cilaki dan Cikeuyeup.
•    District Sajira meliputi Onderdistrict Sajira, Saijah, Candi dan Maja.
•    District Parungkujang, meliputi Onderdistrict Parungkujang, Kumpay, Cileles dan Bojongmanik.
•    District Cilangkahan, meliputi Onderdistrict Cilangkahan, Cipalabuh, Cihara dan Bayah.
5.    Tanggal 14 Agustus 1925
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925, Staatsblad nomor 381 tahun 1925 Kabupaten Lebak menjadi daerah Pemerintahan yang berdiri sendiri dengan wilayah meliputi District Parungkujang, Rangkasbitung, Lebak dan Cilangkahan.

Dan pada tahun 1984 masyarakat Jasinga di hadapkan pada dua pilihan yang sempat membuat silang pendapat dan keinginan diantara warga Jasinga masuk wilayah Kabupaten Lebak atau masuk Kabupaten Bogor hingga akhirnya masyarakat jasinga menerima untuk masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor.
6. Tanggal 8 Agustus 1950
Undang-undang Nomor 14 tahun 1950 tentang Pembentukan daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat ini bagian dari upaya yang dilakukan Pemerintah dalam pemerataan warga Jawa Barat.

Kemudian untuk Kabupaten Lebak beserta seluruh aparat serta dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak melalui wakil-wakilnya di DPRD, telah berhasil menentukan Hari Jadi Kabupaten Lebak dengan lahirnya Keputusan DPRD nomor 14/172.2/D-II/SK/X/1986, yang memutuskan untuk menerima dan menyetujui bahwa Hari Jadi  Kabupaten Lebak jatuh pada tanggal 2 Desember 1828

Author: admin

Tinggalkan Balasan