Entri yang Diunggulkan

X431_iDiag Aplikasi Android untuk MenDiagnosa Mobil atau Motor

X431 iDiag adalah aplikasi android untuk mendiagnosis troubleshooter pada mobil yang sudah memliki accu dan sudah injeksi. Aplikasi X4...

Syarat Menjadi Santri di Pondok Pesantren Krincing Magelang




Pondok pesantren krincing bernama sirojul mukhlasin II terletak digununglawak, krincing, secang magelang, jawa tengah. Tepat bersebelahan dengan perumahan Vila Krincing Permai. Akses ke Pondok Pesantren ini melalui jalur arah Yogyakarta – Semarang. Jalur ini padat dilalui oleh kendaraan-kendaraan roda dua dan roda empat, mulai dari kendaraan umum dan kendaraan pribadi karena akses Yogyakarta-Semarang hanya dilalui satu jalan secang ini. Sehingga sangat mudah ditemukan dan tidal sulit untuk dicari.

Pondok Pesantren ini sangat terkenal dikabupaten malang bahkan hingga ke Luar Negeri, karena banyak juga santri-santrinya yang berasal tidak hanya dari dalam negeri indonesia tetapi dari Luar Negeri.

Pemilik Pesantren Krincing ini bernama Kyai H. Muhlisun yang kepemimpinnya secara turun-temurun dari kakek buyutnya kyai H. Muhlisun yang didirikan 102 Tahun yang lalu. Nama Pesantren Krincing atau biasa dikenal juga Pesantren Sirojul Mukhlasin II, dan ada pula Sirojul Mukhlasin I yang berlokasi di payaman.

Saya hanya sedikit berbagi bercerita dalam tulisan ini apa yang pernah saya alami menjadi santri di Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II atau Pondok Pesantren satu-satunya dan bagian yang terbesar di daerah Krincing, sehingga masyarakat umum lebih mengenal dengan nama pondok pesantren krincing, karena pemilik atau pengasuh pesantren Sirojul Mukhlasin I  atau II diasuh oleh orang yang sama. Sehingga ketika di area krincing menyebutkan pesantren krincing maka orang-orang sekitar ataupun masyarakat krincing akan tertuju  kedapa sang tokoh Kyai Mukhlisin.

Pondok Pesantren Krincing tidak ada yang beda dari pondok pesantren lainya yang ada di tanah air, terutama ditanah jawa, akan tetapi setiap pondok memiliki cara ataupun kebijakan pengurus pesantren untuk menerima para santri-nya.

Sesuatu hal yang unik bagi saya saat mendaftarkan diri menjadi murid atau santri di Pondok Pesantren Krincing adalah layaknya sekolah umum atau calon siswa bisa diterima sebagai siswa sekolah tersebut harus memenuhi syarat yang diberlakukan untuk dan bagi sicalon siswa contohnya nilai dari sekolah sebelumnya seperti NEM atau Hasil UAN, begitupula di Pesantren Krincing memberlakukan syarat yang harus ditempuh oleh peserta atau calon santri sebelum mereka diterima sebagai santri pondok pesantren krincing.

Adapun syarat yang diwajibkan peserta atau calon santri untuk mengikuti pelatihan selama satu tahun yang terbagi pada beberapa tahap diantaranya dengan mengikuti cara berdakwah selama 8 bulan dan 4 bulan dengan metode suluk agar santri menjadi orang yang salik.

Metode atau cara ini pelatihan untuk memperbaiki diri atau dikenal dengan istilah islah diri dengan berdakwah. Metode penerapan ini mengadopsi pemahaman pengurus pesantren krincing atau sang Kyai dari seorang tokoh ulama besar asal Kandahlah India yang nasabnya berakhir pada seorang sahabat nabi Muhammad yaitu saidina Abu Bakar Shidiq. Pemahaman ini dikenal dengan nama Usaha Dakwah atau Tabligh yang kemudian lebih umum dalam pengucapan Jamaah Tabligh, Jamaah Khuruj, Jamaah Jaulah. Program ini bertujuan untuk memakmurkan masjid dengan cara berpindah-pindah dari masjid ke masjid lainnya.

Pada program pemahaman pelatihan akan dikenalkan dengan istilah Khuruj Fisabilillah (Keluar untuk tujuan diJalan Allah) dengan cara mengambil pelajaran dari hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik lagi dengan perbaikan diri dan mendakwahkan Risalah Rosulullah.


Khuruj terbagi pada 3 tahapan waktu yaitu, Nisab (Masa Hitungan). Program 3 hari dalam 1 bulan, 40 hari dalam 1 tahun dan 4 bulan dalam seumur hidup. Program pelatihan ini yang diwajibkan bagi calon santri yang ingin masuk menjadi santri ke pondok pesantren Sirojul Mukhlasin sehingga mutlak untuk mengikuti pelatihan ini.

Sang Kyai mewajibkan khuruj selama 8 bulan dan membaginya pada beberapa tempat, 4 bulan di Ancol Jakarta karena sang kyai memiliki Pondok pesantren di daerah Ancol Jakarta. Maka para calon santri akan disebar diarea itu selama 4 bulan lamanya, dan 4 bulan berikutnya akan disebar ke polosk jawa tengah di mulai dari krincing, secang, magelang. Kemudian 4 bulan mengikuti pelatihan program suluk atau dikenal dengan metode tasawuf agar para calon santri sudah siap dalam keadaan salik saat masuk menjadi santri pondok krincing. Metode dan pelatihan program 1 tahun ini dikenal sebagai istilah Berpayaman 1 tahun. Bagi anda atau anak putra anda berminat untuk memasukan ke pondok pesantren Sirojul Mukhlasin harus siap untuk mengikuti syarat mutlak program berpayaman 1 tahun.

Sesuatu hal yang menarik dari pondok pesantren sirojul mukhlasin II atau dikenal dengan pondok krincing hampir seluruh penduduk desa dan perumahan disekeliling mengikuti program metode dakwah yang diambil dari pemahaman sang Kyai, sampai beberapa Kost-kostan atau kontrakan rumah dikhususkan untuk para santri yang mengikuti mondok dipesantren pondok krincing. Bagi yang sudah berkeluarga bisa mondok di pesantren krincing.


0 komentar:

Post a Comment