Pesta Animasi di Cimahi


 

CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi bersama Cimahi Creative Association kembali menggelar Baros International Animation Festival, yang kali ini dilaksanakan pada 17-20 November 2016 di Cimahi Technopark, Jalan Raya Baros, Kota Cimahi. Diharapkan, penyelenggaraan BIAF 2016 bisa melahirkan banyak penulis cerita animasi yang kreatif.
Ketua CAA Rudy Suteja mengatakan, perkembangan animasi di Indonesia sejauh ini sudah cukup bagus dan bisa bersaing dengan luar negeri. Akan tetapi, hal tersebut tidak didukung dengan kemunculan cerita-cerita yang menarik untuk diterapkan pada industri animasi di dalam negeri.
"Soalnya, di dalam animasi itu ada istilah story it's the way. Naruto itu secara animasi biasa saja, tapi ceritanya menarik dan mudah dipahami orang-orang. Jadinya banyak orang yang suka," kata Rudy dalam acara jumpa pers di Hotel Simply Valore, Jalan Raya Baros, Rabu 16 November 2016.
Oleh karena itu, pada penyelenggaraan BIAF 2016 beberapa penulis cerita andal sengaja didatangkan sebagai pembicara, seperti Eric Castanet yang berasal dari Prancis, Hassan Abd Muthalib dari Malaysia, serta penulis naskah dari dalam negeri, Eky NF.
"Ada 16 pembicara dari 11 negara. Dari 16 orang itu, kebanyakan masuk ke wilayah bagaimana menulis cerita. Soalnya, kebutuhan kita memang ke arah situ (penulisan cerita). Kedua, bagaimana animasi kita layak ditayangkan di tingkat nasional atau internasional. Jadi ada yang disebut bussiness evaluation," katanya.
Rudy menjabarkan, selama empat hari penyelenggaraan BIAF 2016 agenda yang digelar pada umumnya masih sama BIAF pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu pameran, talkshow, masterclass, bussiness meeting, lomba film animasi pendek, dan pemutaran film animasi.
"Yang membedakan, tahun ini kami punya pandangan ada pengunjung luar negeri yang tanpa diundang akan datang. Dari Malaysia, Singapura, dan Thailand sudah menyatakan akan datang. Memang ke depan kami bercita-cita menjadikan ajang ini bisa menarik minat orang-orang dari berbagai negara," tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kota Cimahi Benny Bachtiar menuturkan, perhelatan BIAF yang keempat ini menggunakan anggaran pemerintah yang nilainya sama dengan penyelenggaraan BIAF 2016, yakni sekitar Rp 1 miliar. Dengan menggelar BIAF, dia berharap masyarakat internasional bisa lebih melihat potensi animasi di Indonesia.
"Goal-nya itu bagaimana terjadi transaksi bisnis. Mudah-mudahan dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki, transaksi bisnis itu akan banyak terjadi. Soalnya, mohon maaf, SDM di Indonesia itu masih lebih murah dibandingkan dengan luar negeri. Ini kan peluang. Dengan adanya kegiatan ini, otomatis akan mendorong orang untuk berproduksi atau berkarya," kata Benny.
Meski begitu, dia belum bisa menyebutkan berapa nilai transaksi bisnis dari industri animasi selama BIAF diselenggarakan sejak 2013. Menurut Benny, selama ini Pemkot Cimahi belum menginventarisasi nilainya. "Dengan adanya UPT Technopark, nilai transaksi ini akan terinventarisasi. Namun, kalau saya baca di jurnal ekonomi, nilai transaksi pada 2015 itu Rp 154 miliar. Itu untuk industri animasi di Cimahi," katanya.
Lebih lanjut, dia menilai, pengembangan industri animasi di Cimahi dapat memicu industri kreatif lainnya turut berkembang. "Industri animasi ini bisa menumbuhkan sektor kreatif yang lain. Makanya, saya katakan bahwa industri animasi itu sebagai lokomotif. Nah, gerbong-gerbongnya itu cluster yang lain, seperti sektor makanan dan minuman, kerajinan tangan, dan fashion. Kalau animasi ini tumbuh, saya yakin yang lain pun akan tumbuh," tuturnya.
Oleh karena itu, Pemkot Cimahi berupaya menjadikan industri animasi sebagai sektor unggulan, termasuk dengan mendirikan UPT Technopark maupun melalui pendidikan di SMA/SMK. "Sampai sekarang sudah ada 17 startup, apalagi nanti kalau Technopark sudah berjalan, karena di situ ada inkubator bisnis. Dengan demikian, Cimahi ini kelak akan banyak tumbuh enterpreneur muda," katanya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Previous
Next Post »

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *